Gejala Gondongan dan Tips Pencegahannya
Gondongan atau mumps merupakan penyakit menular yang di sebabkan oleh virus paramyxovirus dan menyerang kelenjar di sekitar rahang. Meski sering di anggap penyakit ringan yang dapat sembuh dengan sendirinya, dondongan sebenarnya bisa menyebabkan komplikasi serius jika tidak di tangani dengan tepat. Oleh karena itu, penting untuk mengenali gejala sejak dini dan memahami langkah pencegahannya agar tidak menimbulkan risiko yang lebih besar.
Gejala Gondongan yang Sering Muncul
Gejala gondongan biasanya mulai terasa sekitar dua minggu setelah seseorang terpapar viurs. Pada tahap awal, gejalanya kerap mirip dengan flu ringan, sehingga banyak orang tidak menyadari bahwa mereka sedang terinfeksi. Beberapa gejala yang perlu di perhatikan antara lain:
- Pembekakan pada pipi dan rahang
Pembengkakan pada kelenjar parotis menjadi tanda paling khas gondongan. Area pipi terasa bengkak, tegang, dan nyeri terutama saat di sentuh. Kondisi ini bisa terjadi pada satu atau dua sisi wajah. - Demam dan rasa lelah
Demam ringan hingga sedang biasanya muncul, di sertai rasa lelah yang luar biasa. Tubuh terasa tidak bertenaga dan sulit untuk beraktivitas seperti biasa. - Sakit kepala dan sulit mengunyah
Kelenjar yang bengkak membuat rahang terasa nyeri saat mengunyah dan menelan. Banyak penderita juga mengeluhkan sakit kepala yang datang bersamaan. - Penurunan nafsu makan
Rasa nyeri pada rahang membuat penderita enggan mengunyah makanan, sehingga nafsu makan berkurang drastis. - Kemungkinan komplikasi
Pada beberapa kasus, terutama pada remaja dan orang dewasa. Gondongan dapat menyebabkan radang tesis (orchitis), radang ovarium, radang pangkrea, hingga meningitis viral. Meski jarang terjadi komplikasi ini tidak boleh di abaikan.
Cara Penularan Gondongan
Penularan gondongan terjadi melalui droplet atau percikan ari liur dari penderita. Droplet ini dapat menyebar saat penderita batuk, bersin, atau berbicara. Selain itu, berbagai alat makan, minuman, atau menyentuh permukaan yang terkontaminasi juga berpotensi menularkan virus. Karena sifatnya yang sangat mudah menular, gondongan sering menyebar di tempat tempat ramai seperti sekolah, kantor, dan lingkungan padat penduduk.
Baca Juga: Campak: Penyebab, Gejala, dan Pencegahannya
Tips Pencegahan yang Ampuh
Mencegah gondongan jauh lebih baik daripada mengobatinya. Ada beberapa cara yang dapat di lakukan untuk meminimalkan risiko tertular:
- Vaksinasi MMR
Vaksin MMR (Measlel ,Mumps, Rubella) merupakan perlindungan paling efektif. Anak anak di anjurkan mendapatkan dua dosis, yaitu pada usia 12-15 bulan lalu 4-6 tahun. Orang dewasa yang belum pernah di vaksin juga bisa mendapatkannya. - Menjaga kebersihan tangan
Rajin mencuci tangan menggunakan sabun dan air mengalir dapat mengurangi risiko terpapar virus dari permukaan benda. - Menghindari kontak dekat dengan penderita
Jika ada anggota rumah yang terkena gondongan, hindari berbagi alat makan dan jaga jarak setidaknya beberapa hari selama masa menular. - Menggunakan masker di tempat umum
Masker membantu menahan droplet yang menjadi media penyebaran virus, terutama di ruangan terutup atau area padat.
Cara Mencegah Gondongan di Rumah
Meskipun tidak ada obat khusus untuk membunuh viur penyebab gondongan, perawatan di rumah dapat membantu mempercepat pemulihan. Istirahat yang cukup, perbanyak minum air putih, konsumsi makanan lembut, dan gunakan kompres hangat atau dingin pada area yang bengkak. Jika nyeri terasa mengganggu, obat pereda nyeri sesuai anjuran dokter dapat di konsumsi.
Dengan mengenali gejalan dan melakukan langkah pencegahan yang tepat, anda dapat melindungi diri dan keluarga dari penyakit gondongan. Jangan menyepelekan penyakit ini, ketahui tanda tandanya dan cegah sejak dini!
